Wednesday, July 23, 2008

Tentang Flu, Deadline, dan Habbatussauda

Duh lagi2 kena flu… Padahal sebentar lagi deadline laporan, hiks padahal dari kemarin saya sehat2 saja, eh ketika mendekati hari H-nya malah kejadian, flu lagi deh. Memang sih, teman2 di ruangan juga telah bergiliran kena flu, virus menyebar, virusmu bukan untukkuuuu…. Wooo wooo…. Halah stress malah nyanyi ngga jelas gini hehehe…

 

Belum lagi masalah bug di program akuntansi tempat saya bekerja. UUUggghhh, sudah kena flu, masih ditambah pula dengan program yang bermasalah, sial banget deh. Malangnya lagi saya bukan programmer, apalagi ahli data base. Ujung2nya, saya juga yang jadi martir, karena angka2 yang salah di program harus saya perbaiki secara manual di spreadsheet untuk kemudian disajikan dalam laporan. Duh apa saya harus belajar jadi programmer juga yah? Gubraks…

 

Ngomong2 soal flu, sudah beberapa cara yang pernah saya tempuh untuk menghindari penyakit yang mainstream ini (ceile, penyakit aja mainstream, please deh sky hahaha), mulai dari minum redoxon, ester-c, permen tolak angin, sampai mengkonsumsi madu secara rutin. Tapi yah namanya penyakit, kalau sang virus telah nyaman menemukan hostnya, siapa pula yang mumpuni untuk mencegahnya? Pasrah saja deh.

 

Nah belum lama ini saya menemukan “obat” baru nih. Namanya jintan hitam / habbatussauda. Obat ini bukan dalam bentuk cair, tetapi dikemas dalam kapsul, yang isinya 100% nigella sativa, nama latin dari jintan hitam. Harganya sumpah murah banget, yang produksi vicomas, hanya Rp 25.000 untuk 120 butir kapsul 650mg. Atau Rp 40.000 untuk 210 butir kapsul. Jadi sudah beberapa bulan ini saya mengkonsumsi Habbatussauda yang katanya berkhasiat melancarkan peredaran darah dan meningkatkan imunitas tersebut, tapi yah namanya nasib, tetap saja kena flu juga akhirnya.

 

Kalau anda tertarik dengan Habbatussauda dan membutuhkan informasinya, coba saja klik tokohaba.com

 

Kalo dipikir, ini post aneh banget sih, dari curhat flu, laporan yang njlimet sampai promosi habbatussauda segala. Hahaha maklum lagi stress.

Tuesday, July 22, 2008

Buset... Itu Taksi? Bukan, Bakpau...

Baru dapat info dari e-mail… Kabarnya tanggal 18 Juli 2008 kemarin ada peluncuran taksi premium baru di Jakarta. Namanya Tiara Express (tulisan Expressnya kok mirip banget dengan Taksi Express yah?). Mobilnya? Ngga tanggung2, Toyota Alphard, benar, anda tidak salah baca kok. Heboh kan?

 

Tarifnya memang lebih mahal dari silver bird, tapi anda kan bisa ramai2 naik alphard hehehe…

Tarif buka pintunya 10.000

Tarif per kilometernya 5.000

Tarif tunggunya 50.000 / jam

Fasilitasnya lengkap, mulai dari LCD tv, internet, sampai bisa membayar dengan kartu kredit segala.

 

Secara langsung, saya memang belum pernah melihat taksi mewah ini berkeliaran di jalan. Bisa jadi foto yang dikirim lewat imel itu cuma hasil photoshop belaka. Siapa yang tahu? Berita2 di e-mail kan keakuratannya tidak ada yang bisa menjamin.

 

Apakah anda pernah melihat taksi Alphard ini di jalan?

Monday, July 21, 2008

Batman atau...?

Ketika teman SMA saya protes karena pada tiket bioskopnya tertulis Batman alih2 The Dark Knight, kemarin rekan kerja saya bingung ketika harus antri di loket. Matanya nanar menatap giant screen yang dipasang di atas loket. Pasalnya dia bingung karena tidak ada tulisan Batman di situ, yang ada hanya The Dark Knight alih2 Batman.

 

Saya tertawa dalam hati, dunia memang lucu bukan?

 

Kalau saya ada di pihak bioskop, saya juga pasti akan bingung, mana yang harus saya tampilkan? Batman atau The Dark Knight? Tidak mungkin 22nya, karena akan terlalu panjang jika diprint di lembaran tiket yang mungil. The Dark Knight mungkin adalah yang paling tepat, tapi masalahnya tidak semua penonton Indonesia adalah moviegoer sejati seperti teman SMA saya itu.

 

Ahh daripada bingung2, lebih tepat jika saya berharap saja, mudah2an saya bisa menonton The Dark Knight di bioskop bersama Dee. Film ini bahkan diklaim sebagai film superhero terbaik sepanjang masa oleh salah satu surat kabar kenamaan di tanah air.

 

Jadi Spiderman putus nih…?

 

Oia, buat para ortu, tolong jangan bawa anak anda nonton film The Dark Knight ini yah… Ingat, walaupun ratingnya PG-13, tapi tetap saja filmnya terlalu kelam dan thrilling. So, this dark knight is obviously not suitable for children.

The Best that I Missed

Ah… Kenapa Laguna Seca harus ada di Amerika… Beda waktu yang sangat jauh dengan Jakarta membuat siang hari di sana menjadi dini hari keesokan harinya di sini. Ini berpengaruh pada jadwal penayangan MotoGP di Trans7, race yang berlangsung siang/sore hari di Laguna Seca akhirnya luput dari perngamatan saya hehehe. Yah, saya emmang tidak seperti para pecandu bola yang rela melek tengah malam sampai dini hari demi tim kesayangan mereka bertanding di Euro 2008. Kalau saya sih, hm hm, mendingan tidur saja deh, apalagi esok harinya harus kerja.

 

Jadi seperti biasa, setelah sudah rapi berpakaian dan siap berangkat, langsung saya ambil HP, koneksi ke GPRS, oke BBC, please help me once again

.

.

.

Oke Valentino Rossi menang, Casey Stoner finish ke 2

.

.

.

Sial, penulisnya mengklain kalo inilah race terbaik selama musim ini, matanya sampai berair karena terlalu lama bertahan untuk tidak berkedip demi menyaksikan perseteruan dahsyat antara Rossi dan Stoner.

 

Dan saya melewatkannya, hiks…

 

Lalu, di jemputan saya menyempatkan diri untuk mengirim sms kepada papa, sebagai sesama anggota FBR (Fans Berat Rossi), beliau pasti akan sangat senang mendengar berita gembira ini:

 

Rossi forced Stonner into the gravel & took victory in Laguna Secca. Simply, the best race in this season which involving 4 overtakings of the 2 riders  in just 10 seconds in 23rd lap

 

Singkat padat…

Ah, seandainya race dini hari tadi diputar ulang, saya takkan ragu2 untuk menyaksikannya.

 

US MotoGP result:

1 V Rossi (Italy) Yamaha 44mins 04.311secs
2 C Stoner (Aus) Ducati 44:17.312
3 C Vermeulen (Aus) Suzuki 44:30.920
4 A Dovizioso (Ita) Honda 44:39.212
5 N Hayden (U.S.) Honda 44:39.974
6 R de Puniet (France) Honda 44:41.979
7 T Elias (Spain) Ducati 44:45.940
8 B Spies (U.S.) Suzuki 44:46.238
9 J Toseland (GB) Yamaha 44:47.330
10 S Nakano (Jpn) Honda 44:48.702

 

World championship standings:

1 V Rossi (Ita) Yamaha 212
2 C Stoner (Aus) Ducati 187
3 D Pedrosa (Spin) Honda 171
4 J Lorenzo (Spn) Yamaha 114
5 A Dovizioso (Ita) Honda 103
6 C Edwards (US) Yamaha 100
7 C Vermeulen (Aus) Suzuki 89
8 N Hayden (US) Honda 84
9 J Toseland (GB) Yamaha 72
10 S Nakano (Jpn) Honda 70

Berita selengkapnya silahkan klik di sini

Thursday, July 17, 2008

Gadis Sentris

Tadi pagi di jemputan kebetulan sedang disetel i-radio, lalu berkumandanglah lagu yang sangat fenomenal itu, Gadis Sentris, yang dibawakan oleh legenda Rock Indonesia, Ikang Fawzi hahaha… Kalian semua boleh tertawa tetapi saya merinding kesenangan ketika mendengar lagu tersebut. Tapi mau tidak mau, suka tdak suka, saya harus mengakui, inilah lagu Ikang favorit saya. Saya ingat dulu waktu kecil kakak saya suka ngeledekin ketika saya nonton Ikang menyanyikan lagu ini di TVRI.

 

Kalian boleh bilang gaya Ikang dan lirik lagunya norak, tapi entah mengapa ketika saya masih duduk di bangku SD, saya sangat menyukai lagu ini. Dan ternyata sampai tadi pagi pun saya masih menyukai lagu yang sangat 80s sekali ngerocknya (lengkap dengan drum elektronik tidak yah?). Sampai sebelum tadi pagi, saya lupa judulnya apa, terima kasih untuk i-radio yang telah memutar lagu ini, akhirnya misteri terungkap hehehe judulnya GADIS SENTRIS. Selama ini saya hanya ingat lagu Ikang yang berjudul Preman.

 

Ternyata lagu ini aslinya ada di dalam album kompilasi Ekki Soekarno Project yang bertajuk Kharisma Indonesia produksi Atlantic Records yang rilis di tahun 1988. Tapi saya tidak yakin apakah Gadis Sentris yang saya dengar tadi pagi itu adalah versi aslinya. Karena suaranya sangat bening, bisa jadi itu aransemen baru, kalau tidak salah Ikang memang pernah merilis album baru di tahun 2000an.

 

Ketika googling, wah  ternyata versi MP3nya tersedia di mana2, ready to download. Tapi anehnya, saya gagal mendapatkan lirik lagunya. Saya sudah googling sana, googling sini, tapi hasilnya hampa. Hiks, ada yang bisa bantu saya? Tadinya saya ingin mencantumkan liriknya juga di sini.

Tuesday, July 15, 2008

Taksi, Tarif Bawah = Tarif Blue Bird

Dengan adanya kenaikan harga BBM mulai Juni 2008 kemarin, pemerintah dalam hal ini Organda, menetapkan tarif baru untuk Taksi, yaitu batas bawah dan batas atas. Kalau kita cermat memperhatikan Taksi yang bersliweran di jalan akhir2 ini, seringkali kita melihat taksi yang memasang stiker baru yang tulisannya “TARIF BAWAH”.

 

Kalau anda jarang naik taksi, tetapi beberapa kali pernah memanfaatkan sarana transportasi yang agak2 hi-class ini, pasti berpikiran kalau “TARIF BAWAH” ini adalah tarif yang lebih murah dari batas atas yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ya, memang benar. Lantas kenapa?

 

Masalahnya, sampai tulisan ini saya post di sini, belum ada perusahaan taksi yang menerapkan batas atas untuk argo mereka. Bahkan Blue Bird yang biasanya paling cepat dalam penerapan tarif baru pun masih menggunakan batas bawah. Dengan kata lain, Blue Bird belum menaikkan tarifnya.

 

Yah tulisan ini saya posting hanya sekedar info saja, para pengguna setia taksi pasti sudah mengetahui hal ini. Jadi kalau anda tidak berhasil mendapatkan taksi dengan stiker “TARIF LAMA”, ya sebaiknya anda memilih Blue Bird saja. Daripada anda naik taksi dengan “TARIF BAWAH” yang tarifnya sama saja dengan Blue Bird tapi kualitasnya tidak sebaik burung biru tersebut.

 

Nah, selamat naik taksi, jangan sampai salah pilih ya…

 

Berita terkait bisa anda klik di sini

 

UPDATE :

Taksi Bluebird sudah menaikkan tarif mereka menjadi tarif atas mulai pertengahan bulan September 2008, serta merta perusahaan taksi yang sebelumnya menggunakan tarif lama pun menaikkan tarifnya menjadi tarif bawah (termasuk Express dan TransCab).

Monday, July 14, 2008

-Medley- Garis Batas Impian Lelaki

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Directed by Franklin Darmadi

Film yang dirilis November 2007 ini memang kurang terdengar gaungnya, penontonnya pun pasti hanya sedikit, karena memang sepertinya hanya numpang lewat di jaringan bioskop 21. Selain karena promosinya memang sangat kurang, sutradaranya pun belum terlalu familiar di perfilman nasional. Yang mungkin kita kenal justru adalah pemeran utamanya, Yossi “Project Pop”. Hanya saja saya pernah mendengar bahwa film ini ternyata mendapar review yang bagus dari seseorang (siapa, saya lupa). Akhirnya kemarin saya memutuskan untuk membeli DVDnya.

Alkisah, Aditya (Yosi) adalah seorang karyawan di perusahaan asuransi. Sekilas dapat dilihat kalau Adit ini memiliki kehidupan yang mapan dan cukup sukses. Di usia 30 tahun ia telah menjadi unit manager, memiliki rumah yang asri, istri yang cantik yang bernama Maya (Rachel Maryam), dan seorang putra yang lincah. Tetapi entah mengapa Adit sepertinya tidak pernah merasa puas dan cukup dengan kehidupannya sekarang. Hari2nya selalu diisi dengan penyesalan dan ketidakpuasan yang menyebabkan renggangnya hubungannya dengan sang istri. Ia merasa terjebak dengan kehidupannya yang membosankan, istri yang cerewet dan anak yang nakal. Sampai suatu saat ia diberi kesempatan untuk mengulang kehidupan sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Dengan trigger sebuah kaset dan sekeping CD, dalam sekejap kehidupannya berubah ke arah yang (Adit pikir akan) lebih menyenangkan. Mulai dari menjadi orang yang super kaya beristrikan Viona (Alexndra Gottardo) teman kuliahnya yang super cantik, sampai menjadi presenter kondang yang bertunangan dengan Dian (Imelda Therinne), mantan pacarnya di SMA yang sekarang menjadi bintang film. Setelah menjalaninya, ternyata dia baru menyadari bahwa kehidupannya yang lama masih jauh lebih baik daripada kehidupannya sekarang. Masalahnya Adit tak tahu bagaimana cara agar dia bisa kembali ke kehidupannya yang dulu. Mampukah Adit kembali? Bagaimanakah caranya?

Yang menarik dari Medley ini memang jalan ceritanya, agak unik walaupun tidak terlalu orisinal. Cerita tentang bagaimana seharusnya kita menghargai hidup memang telah banyak diangkat ke layar lebar. Tapi saya sangat enjoy dalam mengikuti jalan ceritanya, singkatnya film ini walaupun penuh dengan pesan moral tetapi tidak menjadi membosankan. Kalau soal akting, hmm Yossi sepertinya kalah pamor dibandingkan dengan Rachel Maryam yang telah banyak makan asam garam di dunia perfilman. Tapi lumayanlah untuk ukuran aktor yang baru pertama kali main di film layar lebar (jadi tokoh utama pula) hehehe

Sinematografinya? Uhh memang sederhana sih, lebih mirip sinetron malah, walaupun ada beberapa adegan yang menurut saya diambil dengan angle yang cukup indah dan art banget. Tapi selebihnya, ya gitu deh, tidak terlalu istimewa, mungkin karena keterbatasan budget juga, maklum rumah produksinya juga sepertinya baru di dunia perfilman nasional. Tapi overall lumayanlah untuk memperkaya khazanah perfilman di tanh air hehehe apaan seh?

Akhir kata, Medley adalah film lokal yang menarik ditonton dari awal sampai akhir. Hidup memang tentang pilihan, tapi sebagus apapun pilihan yang kita ambil, semuanya berpulang pada bagaimana kita menyikapi pilihan yang telah kita ambil tersebut. Apakah kita akan fokus pada pilihan tersebut? Apakah kita menghargai dan mensyukuri hasil yang kita dapat dari pilihan yang kita ambil? Atau kita hanya menyesalinya saja? Well, bukankah hidup itu terlalu berharga untuk disesali?