Tuesday, August 19, 2008

Setelah Nonton, Ada Buku dan Bakso

Setelah hari Minggu kemarin menonton Wall-E bersama Dee, hari Senin kami iseng2 main ke Gramedia Matraman. Wah ternyata banyak banget buku yang bagus2, baik itu buku terjemahan maupun karya penulis lokal. Sayang kocek terbatas, akhirnya buku2 itu cuma bisa saya pandangi sambil ngiler saja hahaha… Dalam situasi kebijakan uang ketat seperti sekarang ini, rasanya tindakan meminjam akan lebih tepat dari membeli (DUH….!!! Giliran nonton film uang kok dihambur2 hihihi)

 

Setelah mengucapkan selamat tinggal dan minta maaf kepada para buku yang menggoda itu karena tidak mampu mengadopsi mereka, perut kami sudah sangat keroncongan minta diisi. Akhirnya (halah, memang sudah diniatin sejak awal) kami memutuskan untuk jajan Bakso Daging Bang Erik. Bagi yang sering ke Gramed Matraman pasti sudah familiar dengan bakso paling nikmat yang ada di Jakarta (well, at least imo) ini.

 

Sebenarnya kami sudah lama berencana makan bakso Bang Erik, tepatnya ketika Gramed Matraman mengadakan diskon gede2an 30% dalam rangka launching geduung dan desain interior baru. Tetapi saat itu kami tidak tahu kalo kedai bakso yang tadinya ada di trotoar jalan persis sebelah Gramed, ternyata telah pindah kira2 100 meter ke arah kampung melayu. Tadinya saya pikir kedainya tutup karena diusir Kamtib, maka urunglah kami makan bakso di situ. Untunglah ketika dalam perjalanan pulang saya melihat kedai bakso itu kini telah pindah, bahkan menempati bangunan yang lebih layak dengan menumpang pada sebuah apotek di pinggir jalan.

 

Dalam hati saya berpikir, yah biarlah terlewat, next time better. Dan akhirnya kemarin kami berkesempatan juga untuk mencicipi nikmatnya bakso Bang Erik, setelah entah berapa tahun yang lalu saya terakhir mencicipinya. Rasanya masih tetap enak dan membuat lidah bergoyang, hanya saja sepertinya porsinya menjadi lebih sedikit. Dee memesan es podeng, saya pun ikut2an pesan satu, wah ternyata enak juga rasanya.

 

Jadi bagi anda yang suka makan bakso dan suka berbelanja buku di gramed matraman, jangan lewatkan sajian kuliner yang satu ini. Bakso Daging Bang Erik tidak tutup kok, hanya pindah tempat saja.

WALL-E

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy
Directed by: Andrew Stanton

Apa jadinya jika sampah begitu banyak menggunung di bumi sehingga planet biru yang kita tinggali ini menjadi tidak sehat dan tak layak huni? Manusia berkoloni meninggalkan bumi dengan sebuah spaceship raksasa AXIOM, dan hidup nyaman di dalamnya selama ratusan tahun.

Itulah yang terjadi dalam film animasi Pixar teranyar, Wall-E. Robot kecil Wall-E itu sendiri adalah singkatan dari Waste Allocation Load Lifter Earth-Class, yaitu robot yang bertugas untuk mengorganisir gunungan sampah agar bumi menjadi lebih bersih,teratur dan layak huni tentunya. Wall-E yang dijalankan dengan tenaga surya sangat setia menjalankan tugasnya selama 700 tahun, dengan seekor kecoak sebagai pengusir rasa sepi. Sampai akhirnya datanglah robot modern dari luar angkasa yang bernama EVE. Sebenarnya Eve adalah robot yang dikirim dari Axiom untuk mencari sesuatu yang bisa mengindikasikan kalau bumi telah layak huni.

Wall-E yang ratusan tahun tinggal dalam kesepian sontak langsung jatuh cinta pada Eve yang putih bersih dan sangat cantik. Mulailah perjuangan Wall-E yang seringkali membuat penonton tergelak untuk menarik perhatian Eve yang dingin dan indifferent tetapi bisa sangat agresif jika mencurigai sesuatu yang mangancam kelangsungan misinya. Sampai akhirnya Wall-E terbawa ke luar angkasa hingga tiba di Axiom demi mengikuti sang pujaan hati yang oval bak telur ayam kampung itu.

Pixar terus bereksplorasi, kali ini yang paling dimanjakan adalah kami, para pecinta film2 science fiction penjelajahan ruang angkasa. Memang cerita tentang manusia yang berkoloni ke luar angkasa dan rindu akan bumi, kampung halaman yang sebenarnya, sudah pernah difilmkan sebelumnya dalam Titan AE. Hanya saja dalam Wall-E ceritanya agak unik karena yang menjadi tokoh utama adalah para robot yang di”manusiakan”, sehingga memiliki semacam perasaan. Alhasil film ini menjadi nyaris tanpa dialog, yang ada hanya sound effect dan musik jadul manis yang mengiringi.

Salut buat Pixar yang berani membuat keputusan untuk membuat film semacam ini. Memang sih, ada beberpa hal yang aneh dan tak masuk akal. Mesin tua yang bisa terus beroperasi selama 700 tahun kedengarannya sangat mustahil. Lihat juga tumbuhan yang bisa hidup tanpa sinar matahari untuk proses fotosintesisnya. Tapi hey, ini kan film kartun, apalah artinya itu semua jika dibandingkan dengan seekor tikus yang jago masak?

Berbeda dangan Titan AE, cerita dalam Wall-E lebih simpel dan ringan, cocok untuk anak2 maupun dewasa. Untuk mengatasi kebosanan, di awal film disajikan humor2 yang lucu, penonton pun dipaksa untuk menertawakan tingkah lucu dan konyolnya Wall-E dan juga Eve melalui gesture mereka. Bahkan hal yang kelam dan menyedihkan pun bisa dijadikan bahan lelucon di tangan para seniman Pixar. Tak melulu komedi, emosi penonton juga turut diaduk2 dalam menyaksikan kehidupan Wall-E dalam kesendiriannya. Disajikan dengan grafis 3D yang sangat detil dan halus, rasanya animasi Pixar makin sempurna saja walaupun untuk karakter manusianya Pixar tetap berpegang teguh pada jalurnya yang cartoonish, tidak realistik seperti pada film Beowulf misalnya.

Tak lupa di pertengahan sampai akhir cerita, disajikan pula suspense dan action yang seru ala Pixar. Tentu saja moral lesson tentang lingkungan hidup tak lupa pula disisipkan. Gaya hidup perkotaan yang gila gadget/teknologi Informasi dan kurang berinteraksi dengan masyarakat di sekitarnya juga tak luput kena sentil.

Saya memang tak sampai merinding seperti ketika menyaksikan Rattatouille, tapi tak dapat disangkal, sekali lagi Pixar kembali berhasil (so far belum pernah gagal) memproduksi sebuah film animasi yang kualitasnya di atas rata2.

Friday, August 15, 2008

Sungguh WiFi yang Aneh

Lagi2 internet di kantor menunjukkan keanehan yang tak ada habisnya.

 

Ceritanya teman saya membeli sebuah Laptop baru yang sangat kinclong, sampai2 saya pun ngiler melihatnya, halah apaan sih? Merknya Acer, prosesornya Intel Centrino, RAMnya belum diapa2in sudah 1 GB, max 4 GB. Harganya 8 jutaan. Loh ngapain juga saya malah ngebahas spec Notebook di sini hihihi…

 

Lalu teman saya bingung karena tidak bisa mengakses internet lewat laptopnya itu. Setelah caya cek, benar kok wifinya sudah disetting dan koneksinya juga OK. Kali ini saya juga jadi bingung, kenapa tidak bisa mengakses internet yah? Saking putus asanya, saya klik koneksi LANnya. Kantor kami memang memakai proxy server, tapi masa sih koneksi wifi harus menyeting konfigurasi LAN juga? Tapi ya namanya orang putus asa, tetap saja saya lakukan.

 

Dan ajaib, voila, akhirnya laptop nan kinclong itu berhasil juga terhubung ke internet.

 

Tapi sampai sekarang saya masih tetap bingung, pasalnya kemarin dengan menggunakan HP di kantor, hanya perlu menyeting koneksi wifinya saja tanpa perlu pusing2 mikirin konfigurasi LAN.

 

Tanya Ken…apa?

Jalan Santai 2008

Menjelang tanggal 17 Agustus, kantor kami selalu rutin mengadakan acara jalan santai untuk menyambut hari kemerdekaan dan hari jadi perusahaan yang jatuh pada tanggal 26 Agustus. Tahun 2008 ini gerak jalan santai diselenggarakan kemarin, tanggal 14 Agustus. Awalnya saya memutuskan untuk tidak ikut karena perut agak mulas karena sehari sebelumnya makan pedas (Wi, kering kentang loe ada 2 versi ya?). Tapi akhirnya saya nekat juga ikutan jalan santai, beruntung sesampainya di garis start rasa mulasnya langsung hilang.

 

Sebenarnya tidak ada yang mewajibkan para pegawai untuk ikut acara jalan santai ini, tapi sayang rasanya kalau tidak ikut. Maklum saya tidak pernah berolahraga, jadi saya ingin memanfaatkan kegiatan ini untuk sedikit menggerakkan badan. Apalagi para direksi yang sudah tua2 saja ikut, masa saya yang masih muda tidak ikutan sih? Bagaimana mau menyemangati para pensiunan kalau saya sendiri tidak ikut? Makanya sampai saat ini Alhamdullilah saya belum pernah absen mengikuti acara jalan santai.

 

Sebenarnya kalau dilihat dari jarak, jalan santai ini tidak terlalu jauh, paling hanya beberapa kilometer saja (selama masih jalan, bukan LARI, saya sih OK2 saja). Tapi yang menjadikan jalan santai ini berat buat saya adalah medannya. Kami diantar dengan bis atau mobil sampai ke garis start yang letaknya di belakang kantor pusat, sedangkan garis finish ada di depan kantor pusat. Nah, areal di sekitar kantor kami memang aslinya adalah perbukitan, jadi jalannya tidak datar, melainkan naik turun meskipun seluruhnya sudah di aspal. SO, jalan tanjakan itu yang bikin nafas terengah2 dan kaki serasa mau copot hahaha…

 

Saya rasanya mau pingsan setelah finish tahun 2007 kemarin, mata sudah mulai berkunang2, dan setelah tiba di kantor saya langsung duduk untuk ngumpulin nyawa hehehe… Entahlah, mungkin karena saya kurang tidur malamnya. Padahal tahun lalu saya tidak jalan dari garis start karena datang terlambat, jalan sudah ditutup sehingga mobil tak bisa lewat sampai ke garis start. Alhasil saya hanya melakukan sekitar 70% dari total jarak tempuh. Tapi tahun ini kondisi saya lagi OK, jadi tidak terlalu bermasalah seperti tahun lalu.

 

OK, rute di awal start langsung menggebrak karena jalan sedikit menanjak. Tapi ketika jalan mulai menurun, rasanya enteng sekali, lumayan untuk mengistirahatkan jantung dan mengambil nafas demi tanjakan berikutnya. Langkah saya buat selebar mungkin, satu persatu peserta di depan akhirnya saya lalui (oia tidak semua turunan itu enak, yang terlalu curam justru malah membuat kaki lelah). Ah enteng ini, semua peserta yang baru pertama kali ikut jalan santai pasti berpikir begitu. Padahal rute yang paling berat JUSTRU ketika akan memasuki garis finish, check point terakhir, jembatan yang menyebrangi sebuah sungai kecil.

 

Ini jalur neraka, the point of no return, bagi yang tidak kuat sebaiknya naik angkot saja kalau tidak bisa mendapatkan mobil/motor tebengan. Kenapa? Karena mulai dari sini hanya ada jalan mendaki, tak ada turunan. Hanya ada jalan yang agak datar untuk kemudian disusul oleh tanjakan yang lebih curam, huf benar2 menghabiskan nafas dan menyiksa kaki. Dalam kelelahan saya mendengar seorang ibu yang berjalan di depan saya berkata:

 

“Kalau ramai2 kita bisa ya, coba kalau sendiri, mana sanggup jalan seperti ini?”

 

Saya jadi berpikir, iya juga ya… Justru dengan banyaknya peserta itulah yang memacu semangat kita untuk berjalan sampai ke garis finish. Kalau sendirian, pasti sudah dari tadi saya menyetop angkot hahaha. Saat 200 meter lagi menjelang finish, saya ngiler melihat ibu2 minum teh botol di warung, tenggorokan rasanya kering mencekat. Ahirnya saya pun turut serta berhenti sejenak di warung itu untuk membeli minum, woooohhhh, sebotol fruti rasanya seperti air dari surga hehehe srut srut [sucking bottom].

 

Oia, tahun ini lagi2 saya tidak beruntung mendapatkan hadiah doorprize. Jangankan Suzuki Spin, kipas angin saja gagal diraih. Dan… Kenapa juga doorprize DVD playernya harus bermerk MAXTRON? Kenapaaaa? Aaaarggghhh… Envy Mode: ON

Wednesday, August 13, 2008

Senandung Sunyi

Lelah

Terasa ketika badan itu terhempas

Badan bobrok yang tak kuasa lagi

Menahan beban hidup yang terus menghantam

Bagai karang rapuh yang dipaksa menahan

Barisan ombak yang tinggi membumbung

 

Tak kuasa

Entah untuk berapa tahun lagi

Mungkin saatnya akan datang

Ketika tubuh lemahnya terbaring

Untuk selamanya

 

Tak Siap

Dia merasa tak siap

Terlalu sedikit amalan mengalir

Begitu banyak dosa tertoreh

Takkan pernah siap

Sampai kapanpun

 

Senyuman

Yang membuatnya mampu menjalani hidup

Sebuah senyuman kecil itu

Yang selalu setia menemani harinya

Puluhan tahun yang penuh makna

Masih, mencoba tuk bertahan

 

Biarlah

Bila saatnya nanti

Sang malaikat maut

Mungkin akan disambutnya

Dengan tangan terbuka

 

Ayo tersenyum lagi bidadari kecilku

Logo Baru Kick Andy

Kick Andy ganti logo.

 

 

Wah acara talkshow mingguan yang disiarkan di metrotv itu akhirnya tampil dengan logo baru. Selain itu jam tayangnya juga bergeser lebih awal 1 jam, yaitu tiap hari Jumat pukul 21.30 sampai dengan pukul 23.00. Kick Andy memang acara talkshow yang sangat mendidik, memacu motivasi hidup dan sarat akan nilai moral. Dibawakan dengan santai dan bersahabat oleh Andy F Noya, tema yang berat sekalipun bisa ditampilkan dengan ringan dan menghibur karena sesekali diselipi juga dengan humor. Tak heran penontonnya makin lama makin bertambah banyak. Pemirsa TV lokal saat ini memang haus dengan sajian berkualitas seperti ini.

 

Pertama kali saya mengetahui tentang Andy F Noya adalah dari beberapa film dokumenter yang diputar di Metrotv. Saya memang menyukai film2 dokumenter, baik yang bersegmen dewasa maupun yang ditujukan untuk anak2. Nah, nama Andy itu sering saya liat bertengger sebagai produser di situ. Orangnya sendiri baru saya lihat ya di acara Kick Andy. Tapi entah mengapa acara yang begitu bagus tersebut tidak mendapat waktu penayangan yang strategis. Padahal acara ini sangat cocok untuk disaksikan bersama seluruh anggota keluarga. Kalau tidak salah dulu acaranya dimulai jam 22.30. Alhasil episode yang saya lihat pun bisa dihitung dengan jari.

 

Diantaranya adalah episode Laskar Pelangi, sang preman tenebeng Hercules, dan episode dengan bintang tamu seorang mantan intelijen yang namanya saya lupa. Memang sih ada siaran ulangnya, tapi itupun tidak pada jam tayang ideal, siang menjelang sore, ya ujung2nya terlewat juga oleh saya hehe… Bahkan jam 21.30 menurut saya masih kurang ideal. Lebih pas kalau ditayangkan saat prime time pukul 20.00. Atau paling tidak pukul 21.00 lah. I wish…

 

Melihat kualitas, ketenaran dan nama besar Kick Andy, saya jadi teringat dengan ratu talkshow Oprah Winfrey yang cerdas dan juga memiliki acara yang memikat. Apalagi sekarang Kick Andy juga sudah dipersenjatai dengan website sendiri. Tak kalah, kini berdiri pula Kick Andy Foundation yang di awal lahirnya telah memiliki program 1000 kaki palsu yang bersumber dari salah seorang bintang tamu acara Kick Andy dan didukung sepenuhnya oleh KAF. Masih kurang? Tak lama lagi Andy F Noya juga akan menerbitkan buku, Andy’s Corner, wah…

 

Salut deh buat Bang Andy yang sedang dalam perjalanan menuju Oprahnya Indonesia, sukses terus… Bravo juga buat Metrotv yang memanjakan pemirsanya dengan program2 yang berkualitas.

 

www.kickandy.com

Tuesday, August 12, 2008

Google Search VS Multiply

Awalnya saya ingin memasang search engine di MP saya, maka mulailah saya berkelana di ranah google. Astaga, ternyata ingin pasang search engine saja kita harus membuat aplikasi untuk Google AdSense, fiuh. Padahal saya tidak berniat untuk mencari uang. Saya hanya ingin memasang search engine agar mudah bila ingin mencari postingan yang telah lalu sebagai bahan referensi untuk postingan berikutnya.

Akhirnya saya apply juga AdSense itu. Untungnya saya sudah mempunyai account Gmail, jadi proses pendaftaran jadi agak lebih singkat. Setelah selasai, diberitahu bahwa aplikasi saya akan diproses selama 1-2 hari. Aduh, ternyata lama juga ya prosesnya, saya pikir automatically generated.

Akhirnya saya mengecek Gmail lagi hari, wah ternyata sudah ada balasan dari Google AdSense. Isinya adalah langkah2 untuk mengaktifkan mesin pencari saya tersebut. Oke, lagi2 saya klik sana ketik sini untuk aktivasinya. Akhirnya keluar juga kode2 html untuk disisipkan ke MP saya. Lansung saya menuju MP, custumize my site, edit welcome notes… Kopipas kode yang digenerate oleh Google, submit…. Dan…

Ternyata di MP kita tidak bisa memasukkan javascript untuk welcome notesnya. Gubrak… Sia2lah usaha dan penantian saya selama seminggu untuk memasang Search Engine hiks…

Ah beginilah jadinya kalau saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan Multiply.