Saturday, February 13, 2010

Windows 7 8iggest Tra9edy?

Baru-baru ini saya iseng2 berselancar di kolom teknologi detik.com. Hmm tiba2 ada headline yang menarik perhatian, tentang Windows 7 yang sedang ramai di pasaran. Seperti yang kita ketahui, windows 7 adalah operating sistem teranyar besutan microsoft yang diklaim dapat bekerja lebih efisien dari generasi pendahulunya, windows vista, sehingga lebih ringan untuk dijalankan di PC maupun laptop.

Sangat menjanjikan memang, tampilan grafis seindah vista, tetapi dapat dijalankan dengan lebih ringan. Banyak user maupun kritikus yang telah membuktikan kehandalan sistem operasi anyar ini. Maka tak heran begitu dilempar ke pasar dengan harga jutaan rupiah, OS ini langsung laku keras bak kacang goreng. Belum lagi pabrikan PC dan Laptop kenamaan yang langsung membundle produk mereka dengan windows 7. Jadi apakah kita bisa benar2 mengucapkan selamat tinggal kepada windows XP?

Ternyata belum, seperti yang saya baca di detik.com, ternyata windows 7 mempunyai bug yang sungguh fatal, khususnya bagi pengguna laptop. Yaitu menyedot daya baterai laptop dan bahkan bisa merusak baterai itu sendiri, membuat lifetimenya jauh lebih singkat. Seorang pengguna mengeluhkan karena tiba2 laptopnya mati saat baterainya masih menunjukkan daya 80%. Adalagi pengguna yang mengeluhkan windows 7 salah deteksi daya baterainya, laptopnya saja baru dicharged, tapi indikator % dayanya tercantum kecil sekali, yah mungkin itu tadi, lifetimenya sudah disedot habis.

Yang paling mengerikan, ketika salah seorang user mendowngrade sistem operasinya kembali ke windows xp, ternyata keadaan baterainya tetap seperti itu, jadi yang dirusak memang fisik baterainya, cilaka 12...!!!! Tapi tak semua user mengalami hal tersebut, ada juga kok user yang laptopnya fine2 saja setelah berbulan2 memakai windows 7, polanya sampai saat ini memang masih belum diketahui.

Wah PR yang cukup berat nih buat Microsoft. Kalau masalahnya tidak segera diselesaikan, bukan tidak mungkin para user akan berbondong2 kembali ke win xp, yang walaupun klasik dengan tampilan yang konvensional, tetapi sudah terbukti ketangguhannya dan yang jelas, mudah dan nyaman untuk digunakan.

Sunday, January 31, 2010

Akhirnya Nokia E63

Akhirnya... jadi juga saya membeli ponsel baru hehehe setelah 5 tahun lebih setia dengan si gendut N3660. Ya, saya memang sudah merasa tidak nyaman dengan ponsel saya yang lama, terutama bila dipakai untuk mengetik sms, beberapa keypadnya sudah agak macet. Belum lagi GPRSnya, beinternet dengan menggunakan 3660 kadang suka membuat saya frustasi. Maka akhirnya di tahun 20101 ini saya pun memutuskan untuk membeli Nokia E63.

Dan astaga... harganya ternyata cukup terjangkau dengan kantung saya, terima kasih untuk BlackBerry yang dengan suksesnya berhasil menghancurkan pasaran harga Smart Phone Nokia. Alhasil saya berhasil membawa pulang si lebar E63 hanya dengan seharga 2,175 juta rupiah saja. Sebagai perbandingan, si gendut N3660 saja dulu saya beli dengan harga 2,375 juta. Ya budget saya untuk membeli HP memang di kisaran 2,5 jutaan saja.

Lalu bagaimana dengan fiturnya? Hmm saya sangat puas dengan fitur2 yang ditanamkan pada E63. Koneksi 3G untuk kenyamanan berinternet, koneksi wifi untuk menghemat pulsa saat berada di kantor, keypadnya yang lembut sehingga nyaman untuk dipencet (LOH??? hehehe), loudspeakernya yang lumayan jernih, dan tentunya masih banyak keunggulan lain yang menjadi ciri khas smart phone seri E symbian. Kekurangan E63 dibandingkan dengan E71 adalah, fitur GPS, tombol samping untuk music player, dan kamera depan untuk video call. Tetapi, saya tidak keberatan dengan itu semua.

Kalo mau jujur... I hate qwertys phone... saya lebih suka mengetik dengan ponsel candybar biasa. Tapi masalahnya E51 kini sudah tidak beredar, dan E52 masih terlalu tinggi untuk budget saya, jadi akhirnya saya mengalah untuk membeli E63 ini. Tapi untungnya (dasar orang Jawa, masih tetap ada untungnya), pada saat saya membeli ponsel sejuta umat ini, warna yang baru rilis adalah HITAM yaaaay... Kalau tidak, bisa2 saya harus mengalah lagi untuk membeli warna merah yang norak, biru yang aneh, maupun silver yang murahan hihihi

Overall, saya puas dengan performa ponsel pintar dengan harga yang cukup ekonomis ini. Jadi untuk anda yang memiliki budget 2 jutaan dan memerlukan sebuah smart phone untuk aktivitas anda, E63 bisa menjadi pilihan yang menyenangkan.

Sunday, January 24, 2010

Mobile Blogging

Ahhh... Entah sudah berapa lama saya berhenti menulis di blog, hiatus, istilah yang diberikan kepada para blogger untuk rekannya sesama blogger yang tiba2 berhenti nge-blog. Kenapa saya tiba2 berhenti menulis? Kehabisan ide? Ah terlalu mengada-ada rasanya kalau memang alasannya seperti itu. Malas? Hmm ya rasanya alasan ini lebih tepat, i'm a slave to my laziness, ouch... Hahaha...

Ya begitulah adanya, selama ini saya malas untuk menulis dan memposting blog di MP. Sebenarnya banyak ide untuk menulis di blog, tapi akhirnya semua kandas, dan hanya mampir di benak saya. Waktu online di rumah malah dihabiskan untuk mendownload film, begitu banyak film yang hampir menyita semua ruang di hardisk komputer saya, dan itu pun belum semuanya saya tonton. Hahaha astaga, habislah semua waktu luang saya untuk menonton film2 tersebut. Bahkan novel rectoverso yang kemarin sempat saya beli pun belum sempat saya sentuh.

Begitu banyak film yang saya tonton, berapa banyak review yang saya tulis? Nooooollll besar hahaha malas, malas, malas... Jadi biarlah sekali ini saya memuaskan hasrat saya untuk menulis lagi, walaupun hanya mengetik lewat ponsel dan mempostingnya dari ponsel juga. Here we go...

Saturday, November 21, 2009

Kantong Ajaib Seperti Milik Doraemon

Ingat tidak salah satu episode di serial tv Doraemon? Pernah diceritakan sang ayah lupa membawa dokumen penting ke kantor. Jadilah sang anak atau istri yang harus repot mengantarkan dokumen penting tersebut ke kantor ayahnya. Cerita seperti ini agaknya pernah berulang beberapa kali dalam cerita Doraemon (atau malah crayon shinchan ya)...

Doraemon sih enak... dia punya kantong ajaib, masalah serumit apapun dia bisa saja mengeluarkan alat2 aneh untuk mengatasi semua masalah yang timbul. Nobita tinggal merengek... tring... keluar deh solusinya.

Hal serupa dialami oleh saya kemarin... Laporan yang sudah saya ketik capek2 eh malah ketinggalan di rumah. Saya baru menyadarinya setelah naik angkot. Oh no... flashdisknya kelupaan tidak saya bawa. Duh apa jadinya... Tapi untungnya saya ingat, saya pun memiliki kantong ajaib, walaupun tidak secanggih milik Doraemon...

Keajaiban itu bernama Internet (ah lagi2 dia) hehehehe...

Langsung saja saya minta tolong pada Papa Dee di rumah untuk mengirimkan laporan setengah jadi yang saya buat kemarin malamnya itu lewat e-mail. Tidak ada masalah, akhirnya saya bisa melanjutkan membuat laporan setibanya di kantor. Fiuh... and the problem's solved...

Saya bersyukur Papa Dee termasuk orang yang melek teknologi, jadi sudah biasa berurusan dengan dunia maya. Saya jadi teringat salah satu film animasi yang rilis baru2 ini, Cloudy with the Chance of Meatballs... Hahaha apa jadinya... kebetulan ayah Flint Lockwood itu gaptek kalau tidak bisa dibilang anti teknologi... Tentu saja beliau kerepotan ketika anaknya minta tolong untuk dikirimi software melalui e-mail.

Yah begitulah... Lagi2, saya terselamatkan oleh Internet
... dan Papa Dee tentunya


Sunday, November 15, 2009

Biarlah Roti yang Berbicara...

Ini hasil jepretan saya ketika tadi sore berbelanja bersama Dee di sebuah gerai roti terkenal di Indonesia

Astaga... Ternyata pengunjungnya tidak hanya saya dan Dee... Masih ada 2 ekor lagi yang sedang santai di sana....


Hmmm yang ini sepertinya lagi asik makan....


Wah... kalau yang ini sepertinya kekenyangan makan, sampai pingsan

Mohon maaf jika sekiranya saya mengurangi selera anda dalam menyantap hidangan, khususnya roti yang pandai berbicara...


Tuesday, November 3, 2009

Komputer, Bakwan, dan....

Apa yang aneh dari gambar berikut ini...???


Kalo komputer dan printer sih, ya wajar lah di setiap kantor pasti ada...

Bakwan? yaaa... itu juga masih normal... Maklum banyak yang belum sempat sarapan dari rumah...

Nah kalo yang ijo2 itu hahaha ini baruuuu RRRUUUAAARRR Biasa hihihihi...

Satu keunikan lagi dari kantor tempat saya bekerja. Yup, hari ini kami panen pete di kantor.

Anda juga mau saya kasih ijo2...?

Sunday, October 11, 2009

Michael Jordan #2 Sang Legenda Bola Basket




Bersama Chicago Bulls, Michael Jordan dan seluruh rekannya berhasil meraih gelar juara pertama NBA mereka dengan susah payah. Tapi pada momen itulah sepertinya terjadi sebuah titik balik. Mereka kesulitan untuk meraih gelar pertama, tetapi setelah berhasil diraih, sepertinya tak ada lagi yang mampu menghalangi jalan mereka menuju gelar juara berikutnya. Tak tanggung2, mereka meraih threepeat. Menjadi juara NBA selama tiga tahun berturut2 adalah suatu prestasi yang amat fenomenal. Dan Michael Jordan pun bangkit menjadi seorang legenda.

 

Tetapi sayangnya, berhasil menjadi juara bersama Chicago Bulls sebanyak 3x tidak membuat MJ menjadi bahagia. Ketenaran dan kekayaan yang berhasil diraihnya tidak berhasil mengisi kekosongan di hatinya. Dia merasa bosan bermain basket. Olahraga yang dahalu amat sangat dicintainya itu kini sudah tidak menantang lagi baginya, tidak ada lagi yang bisa dibuktikan. Dalam kegalauan hatinya, ia pun berkonsultasi dengan sang ayah tercinta, mencurahkan segenap gundah di hatinya.

 

“Cobalah hal yang baru, baseball, mungkin?”

 

Rupanya itu nasihat terakhir yang diterima MJ dari sang ayah, tak lama, terjadilah hal tragis itu. Sang ayah tewas mengenaskan, menjadi korban pembunuhan. MJ yang sedang goyah hatinya, kini makin makin mantap untuk menjalankan nasihat terakhir dari sang ayah. Hijrah dari bola basket dan beralih menjadi pemain baseball. Dan dunia pun menertawakannya. Tentu saja kemampuan MJ bermain baseball masih sangat jauh dari kualitas seorang bintang. Tapi toh ia tak mau menyerah begitu saja. Ia selalu berlatih baseball lebih lama daripada pemain lainnya, berusaha untuk beradaptasi dan meningkatkan performa permainannya.

 

Tetapi apapun yang terjadi, Michael Jordan memang tercipta untuk bermain basket. Baru setahun ia meninggalkan dunia yang dicintainya itu, kerinduan akan kepiawaiannya memasukkan bola ke dalam keranjang menyerangnya tanpa ampun. Dan sang bintang itu pun kembali, tidak dengan hati yang kosong, melainkan dengan semangat yang meletup2 untuk membawa kembali timnya, Chcago Bulls menuju puncak papan atas tim bola basket NBA. Sebuah tim yang selalu membuka pintu untuknya, kapan saja MJ siap untuk kembali.

 

Kembali dengan nomer 45, Jordan langsung menghentak dan berhasil membawa timnya menuju babak playoffs. Tapi malang tak dapat ditolak, cuti setahun yang diambilnya ternyata berdampak buruk. Bulls tak kuasa menahan terjangan Orlando Magic yang berisikan pemain2 muda penuh semangat juang yang tinggi. Bahkan beralihnya MJ ke nomer seragam 23 pun, tetap membuat Bulls takluk di tangan Shaquile O’Neal dkk. Terbukti nomer keberuntungan takkan sanggup mengantarkan MJ dan timnya meraih supremasi tertinggi. Bukan nomer, bukan pula sepatu mahal. Terbukti, hanya kerja keras dan semangat pantang menyerah yang bisa membawa mereka menjadi juara.

 

Kekalahan itu memang sangat menyakitkan. Seluruh dunia pun berseru, Michael Jordan sudah habis dan kehebatannya tinggal kenangan. Dan lucunya, saya pun, dengan berat hati mengakui, termasuk yang percaya dengan hal itu. Era MJ sudah berakhir, sudah waktunya digusur oleh pemain2 mudah penuh harapan lainnya.

 

Tetapi bukan MJ namanya kalau menyerah begitu saja. Seusai kakalahan yang tragis dari Orlando Magic, ia kembali berlatih dengan keras untuk mengembalikan performanya. Walaupun tak bisa kembali ke asal tentunya, karena bagaimanapun juga, usia turut mempengaruhi kemampuan fisiknya.

 

Tapi toh kerja kerasnya selama musim liburan itu telah membawa hasil yang memuaskan. Karena di tahun berikutnya ia berhasil membawa timnya untuk menjadi juara NBA yang keempat kalinya. Tak puas hanya sampai di situ, MJ lagi2 kembali berhasil membawa Bulls meraih gelar juara NBA selama 3 tahun berturut2. Double Threepeat istilahnya, walapun threepeatnya kali ini tak semudah kali pertamanya. Tapi yang lebih dramatisnya, tembakan terakhir yang dilakukan Jordan ke jaring lawan menjadi angka terakhir yang menentukan guna membawa Bulls menghempaskan Utah Jazz untuk menjadi juara NBA yang keenam kalinya sebelum MJ pensiun.

 

Ya itulah Michael Jordan, bersamanya Bulls berhasil meraih enam kali juara NBA. Suatu prestasi yang sangat fantastis. Sebuah pencapaian yang hanya bisa diraih oleh bakat, kemauan untuk mengasahnya, determinasi tinggi dan tentu saja…

 

Kerja Keras.