Paras ceriamu diikuti oleh tawamu yang renyah tergelak
Penantianmu terjawab ketika akhirnya dia menelepon
Lagi satu hari kau lewatkan dengannya
Hanya suara, yang terbawa oleh gelombang radio
Tak mengapa, itu semua mengubah harimu menjadi lebih berwarna
Satu hari lagi
Satu hari yang kau lewatkan bersamanya
Tidak denganku, tapi dengannya
Bukan bersamaku, tapi bersamanya
Bukan candaku, bukan candanya yang kini membuatmu tertawa lepas
Tahukah kau, hatiku hancur di sini
Untuk setiap senyum yang kau berikan padanya
Untuk setiap derai tawa yang kau tujukan padanya
Untuk setiap saat penuh warna yang kau habiskan bersamanya
Tak ingatkah kau dahulu
Mataku lah yang menatap mata beningmu, tulus ikhlas penuh kekaguman
Tingkah konyolku lah yang mengguratkan senyum manis di wajahmu yang cantik
Candaku lah yang selalu mengiringi hari2mu yang penuh tawa
Teleponku lah yang selalu kau nanti di penghujung sore
Bukan matanya, bukan pula tingkahnya
Bukan candanya, bukan pula telepon darinya
Masihkah kau mengingatnya, sayangku
Ketika kebaya yang kau kenakan bersimbah keringat karena gundah hatimu saat menantikan aku untuk datang melamarmu
Ketika kau tak kuasa menahan derasnya air mata yang mengalir saat kuucapkan janji setia sehidup semati itu di depan ayahmu
Ketika tangis kita pecah menghadapi semua masalah yang menghadang di awal kebersamaan kita
Saat senyum dan tawa kita berderai saat kita satu persatu berhasil mengatasi semua masalah yang membukit karang
Masih ingatkah kau, sayangku, masih ingatkah engkau…
Aku tahu kini kau melangkah bimbang di simpang jalan
Kemarilah, coba untuk terakhir kalinya, peluk erat diriku
Pandangi lekat wajahku, tatap tajam mataku
Kau masih akan selalu bisa merasakannya kehangatannya
Hampir 1 dekade yang telah kita lalui
Takkan mengurangi rasa sayang itu di hatiku
Aku masih menantimu di sini
Di bawah semburat jingga kemilau langit sore
Sekali lagi sayangku
Tatap mataku
Tanya hatimu
Jawab dengan jujur
Masihkah kau akan meninggalkanku?
Dan oh, tidakkah kau ingat sayangku, ringtone di BBmu itu kan lagu kita?