Wednesday, December 31, 2008

What a Freakin' New Years Eve

Malam tahun baru.

Ketika orang2 rela pergi dari rumah dan bermacet2an di jalan untuk merayakan tahun baru...

Saya justru bermacet-macetan di jalan untuk... pulang ke rumah.

Malangnya nasib hehehe tapi tak mengapa, yang penting kini saya telah tiba di rumah.

Dengan tubuh remuk redam setelah menikmati jalanan macet selama 1 jam.

Dan masih sempat2nya duduk di depan komputer, untuk sekedar mengucap:

SELAMAT TAHUN BARU 2009...!!!

Semoga sukses selalu

Friday, December 26, 2008

Sepiring Spageti Penuh Cinta

Ah, liburan begini saya harus terbarng lemah di kasur, apalagi kalau bukan karena virus flu brutal yang menginfeksi tak kenal waku.

Beruntung Dee memberi surprise, sarapan yang agak terlambat berupa sepiring spageti rasa yahud. Sebenarnya tidak terlalu surprise juga sih, saya sudah punya feeling kalau pagi tadi Dee akan memasakkan spageti buat saya. Kemarin dia sudah membeli bahan2nya, dan hari ini libur, ditambah suami tercinta sakit hahaha saat yang tepat untuk memasak makanan favorit saya. Yeah untuk sepiring spageti yang dimasak sendiri oleh istri, tidak ada tuh isilah lidah pahit karena sakit flu.

Spageti La Fonte, Saus instan Del Monte, daging cincang, bawang bombay, keju Kraft slice yang diiris tipis2 (hihihi kebetulan sedang tidak ada keju batangan)... Semua bahan diramu, dan jadilah Spageti lezat yang penuh cinta tersebut. Banyak yang bilang kalau saus instan del monte itu kurang maksimal kelezatannya. Tapi bagi saya yang penggemar-spageti-sejati-apapun-bumbunya, sepertinya teori itu tak berlaku. Kalaupun ada yang kurang hmm itu hanya porsinya saja yang menurut saya agak kurang (maklum saya kan the massive spaghetti eater hehe).

Spageti habis, tinggalah Dee, perempuan mungil berbau bawang bombay hihihi




Makasih ya Dee, pagi2 sudah repot2 masak spageti sampai badan jadi beraroma saus tomat

Wednesday, December 24, 2008

Sedikit Renungan di Hari Ibu

"Bunda ingin tinggal di panti jompo saja nak, di sini sepi."

Seketika itu juga, drinya bagai disambar petir di tengah hari bolong mendengar kata2 lirih yang mengalir dari mulut sang ibu. Sebagai anak dia merasa telah gagal untuk membahagiakan ibunya. Betapa tidak, kalimat yang diucapkan dengan lemah lembut itu terasa sangat keras menampar mukanmya, menusuk hatinya yang paling dalam. Kalimat pendek yang diucapkan oleh seseorang yang dia pikir paling dicintainya. Kalimat sederhana yang mengalir hanya beberapa hari menjelang Hari Ibu.

Pernah ia merasa sombong bahwa kini ia telah mejadi anak yang berhasil, punya pekerjaan bagus, istri yang cantik dan anak yang lucu. Dia pikir dia telah berhasil membahagakan ibunya. Tapi kenyataan toh berkata lain. Sang ibu merasa kurang diperhatikan, sehingga panti jompo seakan2 terlihat menjadi tempat yang lebih nyaman. Ah Bunda, kau selalu ada ketika aku membutuhkan dirimu, tapi kemanakah aku saat kau membutuhkan sekedar perhatian dari anakmu, yang kau lahirkan dan besarkan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan?

Dengan hati remuk redam, sang anak kembali ke rumahnya. Kembali ke tempat kerjanya yang dia pikir adalah segalanya.. Hanya untuk membuka sebuah e-mail dari seorang sahabat. Matanya nanar, hatinya hancur saat membaca e-mail singkat yang bertuliskan...

Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah Kita menyakitinya? Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya? Mencaki makinya? Melawannya? Memukulnya? Mengacuhkannya? Meninggalkannya? Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil, Memberikan ASI waktu kita bayi, Mencuci celana kotor kita, Menahan derita, Menggendong kita sendirian. SADARILAH bahwa di dunia ini tidak ada 1 orangpun yang mau mati demi IBU, tetapi Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita.


Kata2 sang ibu dan pesan pendek di e-mail kembali terngiang dalam pikirannya saat ia pulang kerja, melihat seorang ibu muda dengan susah payah turun dari angkot dengan menggendong kedua anaknya. Ya dua anak, yang satu mungkin berumur 4 tahun, dan adiknya, ah mungkin sekitar 2 tahun. Dalam mobilnya yang nyaman dia melihat jalanan yang becek karena hujan deras yang mengguyur beberapa jam sebelumnya. Ah, sang ibu pasti tak ingin anaknya terkena becek, kotor, atau terpeleset di jalan yang licin. Badan ibu itu begitu mungil dan harus menggendong 2 anaknya. Itulah teman, rasa cinta yang sebenarnya. Cinta sejati seorang ibu untuk anak2nya.

Dari pikirannya, tiba2 raut wajah ibunya sekelebat muncul sangat jelas di hadapannya.


Hapuslah air matamu nak, Bunda tahu kau telah memberikan yang terbaik untuk ibumu yang sudah tua renta ini.

Segurat senyum itu, tak ada yang lebih membahagiakan baginya saat melihat senyum dari sang Ibu. Sebuah senyum tulus yang penuh cinta, keikhlasan dan kemahfuman.

Friday, December 19, 2008

Diselamatkan si Rubah Api

Ceritanya kemarin saya sedang mengetik blog di MP... Lagi asik2 ngetik di compose, sudah mau selesai pula, eh komputernya hang. Hks mau nangis rasanya, udah capek2 nulis akhirnya hilang deh semuanya. Ngehangnya juga parah banget, dipencet ctrl+alt+del juga tetap si kompie tak bergeming, maklum komputer jadul Pentium 3, RAMnya juga hanya 300an MB. Akhirnya saya pasrah saja deh. Main kasar, pencet reset dari CPU.

Begitu proses reboot selesai, saya coba buka lagi Firefoxnya, eh... Ternyata walaupun direset, si rubah api masih menyimpan session sebelumnya, langsung saya restore...

Harap2 cemas....

Multiply terbuka....

Compose box juga terbuka...
.

.
.
Tapi mana tulisan saya? hiks...

Sudahlah sky, masa kamu masih berharap tulisanmu kembali? mana bisa? apalagi restartnya kasar begitu...
.

.
.
HIKS....!!!
.
.
.

Beberapa detik (yang terasa bagai 1 jam) kemudian... Tulisan saya muncul lagi di dalam compose box... HOREEE....!!! Senangnya hatiku dum dubidum.... Utuh, tak kurang satu kata pun.

Fiuh, I was saved by Firefox... Hehehe makin cinta saja saya sama browser imut nan lucu yang satu ini.

Makanya lain kali jangan2 segan2 klik save as draft...




Thursday, December 18, 2008

Bye Bye Putuss

Bangun... Pagi2...
Ke sekolah ke kampus ke kantor kita pergi
Tapi oh my God, traffic jam lagi...
But you don't have 2 worry
Ada Dagienkz dan Dedi...
Yang slalu menemani...
Di Putuss... Ayo maen yang bagus...

*) lagu tema acara putuss di radio Prambors, maaf kalo ada lirik yang salah, maklum sudah bertahun2 tidak mendengar acara itu lagi


Baru saja, ketika saya hari ini tiba di rumah, Dee mengabarkan kalau program Putuss di radio Prambors akan segera berakhir masa siarnya. WHAT??? Daging ma desta mau cabut dari Prambors??? Agak kaget juga sih, tapi kalau dipikir mereka memang sudah lamaaa sekali siaran di sana. Hmm, mungkin sudah sepuluh tahun semenjak program itu dimulai, dan jangan2 inilah program paling awet yang pernah ada di radio tersebut.

Diawali dengan Daging yang siaran sendirian di pagi hari, lalu kemudian Desta Club80s masuk, berdua mereka menjadi the dynamic duo yang tak tergeserkan. Menurut saya mereka berdua mengembalikan Prambors ke khitahnya (halah) hahaha karena siaran mereka sangat lucu, seperti layaknya dulu kala stasiun itu melahirkan Warkop DKI dan Sersan Prambors. Berbeda dari program lain (era akhir 1990-2000an) yang dikhususkan untuk anak2 ABG, Putuss sepertinya ingin mendobrak kebiasaan tersebut. Kembali menghadirkan program untuk mereka yang sudah agak dewasa, pekerja kantoran atau minimal mahasiswa, walaupun tetap mengusung tema anak muda.

Putuss kini akan berakhir. Saya sebenarnya kurang yakin, apakah acara tetap ada dan hanya diganti oleh penyiar lain. Atau apakah program tersebut dihapus total dan diganti dengan program baru. Tapi yang pasti Daging dan Desta akan hengkang dari sana, dan tentu saja spirit Putuss juga akan pergi bersama keluarnya mereka dari Prambors, karena image Putuss sudah sangat melekat dalam gaya siaran mereka yang segar dan gokil abiss. Saya jadi teringat ketka dulu sering tertawa2 sendiri saat mendengarkan banyolan mereka berdua, yang mereka hadirkan lewat lagu, games, sandiwara (yoi bos, sandiwara radio), maupun sekedar obrlan lucu sehari2.

Tapi semenjak saya bekerja di dunia antah berantah, praktis saya tidak pernah lagi mendengarkan Putuss, mau bagaimana lagi, begitu memasuki daerah cibitung, sinyal prambors sangat lemah, apalagi saat di Cikarang, blass sinyal pun menghilang hahaha...

Apapun yang terjadi, yang lama pasti akan digantikan yang baru. Bolehlah sedikit kenangan saat Putuss menemani pagi hariku itu saya tumpahkan sedikit di blog ini.

We'll miss you DD... We'll miss you Putuss... (suara hati orang2 yang dulu pernah kesepian dan diisi hari2nya oleh Dagienkz dan Desta... Di mana? Di putus... ayo main yang baguss...)

Wednesday, December 17, 2008

Ada Perang di Dunia Maya

Hari ini Dee pulang dengan membawa majalah gratisan.

Ya majalahnya sih bapuk banget, Cosmo Girl hahaha tidak saya banget. Cuma yang bikin kaget itu iklannya. Iya iklannya, saya cuma browsing sekilas, sudah menemukan 3 iklan ISP disitu. Mulai dari First Media, berlanjut ke IM2, lalu berakhir d Speedy.

Internet kini memang kian terjangkau oleh masyarakat. Mudah2an dalam waktu dekat Indonesia bisa memasuki masanya euforia dunia maya. Bagaimana tidak, gara2 perang tarif yang dimulai oleh Firstmedia, ISP lain pun berlomba2 menurunkan tarif mereka. Firstmedia d/h Kabelvision memang langsung menggebrak setelah disuntik dana oleh Lippo Group. Bayangkan, cuma dengan 100ribu pelanggan bisa menikmati akses internet sepuasnya tanpa batas.

Alhasil bagi mereka yang rumahnya dialui jaringan kabel Firstmedia, pasti langsung beralih ke provider tersebut. Lalu bagaimana kualitasnya? Kakak dan sepupu saya fine2 saja. Tetapi rekan kerja saya mengeluh, pada saat weekend sangat sulit baginya untuk menjelajah dunia maya. Maklum di daerah tempat tinggalnya memang tidak ada yang tidak memasang Firstmedia.

Speedy pun tak mau kalah, langsung meluncurkan paket cermat dengan modem gratis, tentunya untuk menarik pelanggan yang sudah kocar kacir diserbu ISP lain yang menawarkan paket unlimited. Tapi tetap saja, walaupun perbulannya hanya 75ribu, pemakaian dibatasi hanya 15jam, lebih dari itu ya tambah 4500 untuk setiap jamnya. Tentu pelanggan takkan puas, apalagi promo pemakaian gratis dari malam sampai pagi sebentar lagi akan berakhir. Telkom harus memikirkan cara yang tepat agar pelangganya tidak pindah ke lain hati provider. Memang sih dari segi kecepatan, speedy sampai saat ini belum pernah mengecewakan saya. Download speednya lumayan tinggi walaupun saat surfing pada jam gratis.

Lain lagi dengan IM2, mengikuti jejak telkomsel flash, ISP yang juga beramunisi koneksi 3G ini pun akhirnya menawarkan paket unlimited 100ribu/bulan. Speednya memang dibatasi hanya 256kbps sampai di kuota 2GB, lewat dari itu, speed diturunkan menjadi setara kecepatan dial-up 64kbps. Speed memang dibatasi, tapi pemakaian sepuasnya sudah tentu akan menarik minat pelanggan speedy yang sebentar lagi akan berakhir masa promosinya.

Oke bagaimana kecepatannya? Oops, ternyata sudah mulai ada yang mengeluhkan buruknya akses IM2 di forum Kafegaul. Yah, tidak aneh sih, wajar kalau masalah muncul, karena orang pun berbondong2 untuk beralih ke IM2. Sekarang saja pelanggan IM2 sudah mencapai 100ribu orang, itu belum termasuk pelanggan yang menggunakan akses internet 3G indosat (non M2). Wow...

Internet di Indonesia kini memang sudah lebih terjangkau, sayang hal ini belum dibarengi dengan kualitas pelayanan yang memuaskan. Semoga ke depannya, dengan persaingan yang sehat, tidak hanya harga yang menjadi lebih terjangkau, tetapi juga kualitas koneksi turut dipertahankan atau malah ditingkatkan.

Friday, December 12, 2008

Takkan Pernah Cukup

Sedikit sebenarnya cukup untuk manusia. Tetapi terkadang yang terlalu banyak pun tak pernah cukup untuk memuaskan keserakahan manusia. Hari ini saya mendengar ceritanya, ya benar, hanya mendengar, dan itu rasanya sudah cukup untuk membuat saya bergidik.

Bagaimana tidak, saat sebuah nafsu harus dipuaskan, mungkin itu hal tak cukup menyeramkan, tapi dengan menindas rekannya sendiri? Yang jelas2 bernaung pada atap yang sama, mengais dari sumber rejeki yang sama, diberi nafkah oleh sumber yang sama? Sampai saat ini saya masih tak habis pikir bagaimana mereka bisa tega melakukan semua itu pada saudaranya sendiri.

Saya beruntung hanya mendengarkan kisahnya saja, entah bagaimana dengan mereka yang jelas2 ada di sana saat semua ini terjadi. Yang jelas, semoga semua ini tak hanya sekedar berakhir menjadi sebuah cerita yang miris dan memilukan. Semoga ini semua dapat menyadarkan kami bahwa keserakahan itu memang ada, sangat nyata di hadapan kami, di dalam tubuh kami, mengalir deras dalam aliran darah kami. Bagai jurang kelam yang menganga lebar, menunggu semua umat manusia untuk terjerumus di dalamnya.

Biarlah semua ini menjadi pelajaran yang berharga bagi kami semua, untuk dapat menyalakan setitik pijar dalam nurani agar terhindar dari nafsu serakah yang menjerumuskan itu.