Tuesday, June 2, 2009

Laputa – Castle in the Sky

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Kids & Family
Sheeta adalah seorang gadis muda yang terombang ambing dalam kejaran agen rahasia milik pemerintah. Tak hanya itu, ternyata gerombolan perompak di bawah pimpinan nenek lincah, Dola, juga mengincar gadis malang ini. Semua ini ternyata disebabkan oleh kalung bermata batu kristal kecil yang dimiliki oleh Sheeta, warisan dari leluhurnya.

Pazu adalah bocah lelaki sebatang kara yang bekerja membantu usaha pertambangan di desanya. Ia memiliki impian, kelak suatu saat nanti ia akan dapat membuktikan kebenaran mendiang ayahnya bahwa memang benar ada suatu negeri yang melayang di udara, bernama Laputa.

Keduanya dipertemukan oleh nasib, berusaha meloloskan diri dari kejaran agen rahasia dan gerombolan perompak untuk dapat mencapai Laputa. Sebuah negeri impian demi sepotong pembuktian nama baik bagi Pazu, tetapi sekaligus menjadi kunci untuk menyibak masa lalu yang misterius bagi sang gadis. Maka adegan kejar2an di darat maupun di udara pun menjadi tak terhindarkan.

Film animasi hasil besutan Miyazaki yang satu ini memang menawarkan cerita penuh aksi mulai dari awal hingga akhir cerita. Ceritanya juga seru dan membuat penonton begitu penasaran dengan latar belakang Sheeta yang misterius dan kristal ajaibnya itu. Film klasik produksi tahun 1986 ini juga menawarkan gambar indah2 khas Miyazaki, menunjukkan betapa Studio Ghibli begitu serius membangun industri anime di negeri sakura. Belum lagi score dahsyat hasil gubahan sang komposer Joe Hisaishi juga turut menaikkan mood penonton dalam menikmati maha karya ini.

Dan tentu saja pesan moral tentang cinta, persabatan dan kelestarian lingkungan tak lupa disematkan pada setiap film2 Miyazaki. Dengan gambar yang memukau, cerita yang menarik serta aksi yang terus terjaga tensinya hingga credit title bergulir, film Laputa memang layak anda saksikan.

Ya, memang tak ada kata terlambat untuk menyaksikan film2 berkualitas.

2 comments:

  1. Laputa.... sedih..... gambarnya indah...

    ReplyDelete
  2. sedih? oh iya, pengabdian si robot itu ya ^_^

    ReplyDelete