Monday, November 19, 2007

Memulai Rutinitas

Hari senin

Belum2 saya sudah mendapat serangan fajar, setibanya di kantor saya langsung ambil langkah seribu untuk setor tunai. Baru juga mengunci pintu, tak lama kemudian sudah ada yang mengetuk. Haha ternyata saya tidak sendirian. Ah, awal yang hebat untuk memulai rutinitas.

Wednesday, November 14, 2007

Sepenggal Kisah di Malam Hari

Malam telah larut saat aku tiba di rumah

Kulihat kau masih terjaga, tersenyum padaku

Letihku hilang melihatmu mengajakku bercanda

Oh, baru teringat aku harus memotong kukumu nak

Ah, biarlah, tak mungkin memotong kukumu yang mungil saat kau masih terjaga

Tak lama bercanda rasa kantuk menyerangmu lagi.

Perlahan kuraih jemarimu

Kugunting kukumu yang mulai terlihat panjang

Maafkan ibu nak

Maafkan ibumu yang selalu meninggalkanmu

Begitu banyak momen manismu yang terlewat oleh ibumu ini

Biarkanlah orang2 mencibirku, menyalahkanku

Tahukah kau nak, ibu selalu mencintaimu

Kurasakan cairan hangat itu meleleh di pipiku

Ah, kau terbangun lagi, mungkin turut merasakan galauku

Tapi kau tersenyum, tangan kecilmu meraih tanganku

Padahal belum selesai nak,

Belum lagi selesai aku mengguntingi kukumu

Tapi biarlah kulanjutkan esok hari saja.

Rasa kantuk pun telah datang menyerang ibumu

Akupun terlelap, dengan kau dalam dekapku

Bersama, ditelan gelapnya malam

 

didedikasikan untuk semua ibu yang tulus bekerja demi anaknya, kami semua mencintaimu.

Tuesday, November 13, 2007

Anansi Boys

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Science Fiction & Fantasy
Author:Neil Gaiman
Sudah agak lama setelah saya menyelesaikan buku Anansi Boys ini, mudah2an saya masih ingat ceritanya hehehe... Yah saya memang agak terlambat, sangat terlambat malah, dalam mengenal Neil Gaiman. Anansi Boys ini adalah buku pertamanya yang saya baca, padahal sebelumnya beliau telah menelurkan beberapa novel fantasi juga. Seperti karya Gaiman yang lain, Anansi boys ini adalah novel fantasi dewasa. Mungkin yang terpikirkan oleh kita begitu mengetahui hal ini adalah the Lord of the Rings, tapi tidak, Anansi Boys memiliki cerita yang jauh lebih membumi.

Novelnya bercerita tentang Fat Charlie, seorang pria mapan yang dalam waktu dekat akan melangsungkan pernikahan dengan wanita pujaannya. Tanpa disangka ternyata Charlie malah harus pergi ke benua lain untuk menghadiri pemakaman ayahnya. Pemakaman tersebut membawanya kembali ke masa kecilnya, sebuah masa di mana dia mengenal ayahnya sebagai sosok yang tidak disukainya, bahkan dibencinya. Kenangan saat ayahnya mempermalukannya di sekolah seakan tak akan pernah lepas dari ingatannya. Ayahnya juga lah yang memberikan julukan "Fat" di depan nama kecilnya.

Akhirnya pemakaman yang cukup melelahkan itu tak hanya membangkitkan memori lamanya, Charlie pun sedikit demi sedikit malah mengetahui siapa sebenarnya ayahnya tersebut. Ya, ayahnya adalah seorang dewa anansi, dewa laba2 yang super jahil. Bukan itu saja, dia pun akhirnya mengungkap bahwa dia selama ini mempunyai saudara kandung, saudara yang tidak pernah dikenalnya, yang pergi meninggalkannya saat dia kecil. Dan saudaranya itu bernama SPIDER.

Pertemuannya dengan Spider benar2 merombak total kehidupan Fat Charlie. Dari yang tadinya datar, membosankan dan biasa2 saja berubah menjadi penuh petualangan yang membuat dia selangkah menuju kehancuran. Hanya tinggal menunggu waktu saja sampai Fat Charlie kehilangan kekasihnya, kehilangan pekerjaannya dan kehilangan semua sisa2 kehidupannya, sampai akhirnya dia mengetahui siapa sebenarnya Spider itu.

Membaca buku Neil Gaiman seperti masuk ke dalam taman hiburan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan dijumpai di sana. Gaiman membimbing kita ke dalam dunia dongeng, dunia antah berantah yang entah di mana ujungnya. Walaupun awalnya terlihat sangat normal, tetapi dalam sekejap menjadi sangat luar biasa. Melalui tokoh Fat Charlie kita pun serasa ikut bertualang bersama dirinya, sangat mengasyikkan. Kita dibuat penasaran dengan bagaimana endingnya, walaupun endingnya berakhir sesuai dengan harapan saya. Cerita Anansi Boys ini memang tidak seseru novel2 fantasy anak2 maupun dewasa yang pernah saya baca sebelumnya. Tapi bukan berarti ceritanya tidak menarik, justru banyak pesan dan pelajaran tentang kehidupan yang bisa kita petik dari cerita ini.

Anansi Boys ini, yang jelas membangkitkan keinginan saya untuk membaca karya2 Neil Gaiman yang lain. Ah betapa hausnya saya, mungkin Neverwhere (buku lain karya Gaiman) bisa sedikit melegakan dahaga ini.

Friday, November 9, 2007

Oops... My Mistake

Kemarin ketika bercakap2 dengan teman2 satu ruangan, saya menyadari adanya kesalahan dalam postingan sebelum ini yang membahas soal angeun lada. Saya baru menyadari kalau arti lada dalam bahasa sunda itu adalah pedas, jadi angeun lada berarti sayur pedas. Hehehe terima kasih buat teman2ku barudak bandung.

Wednesday, November 7, 2007

Angeun Lada, the Food Worth Fighting For ^_^

Di keluarga kami, mungkin makanan inilah yang paling populer kala lebaran tiba. Ini adalah makanan khas dari banten dan sangat tidak umum untuk masyarakat luas. Tidak percaya? Coba tanyakan kepada orang2 di sekitar anda, apakah ada yang mengetahui tentang makanan ini? Makanan berkuah yang tidak sehat ini memang berbahan dasar cabe, karena itulah dinamai angeun lada, yang berarti sayur cabe. Kenapa saya bilang tidak sehat? Karena bahan lainnya terdiri dari sepasukan jeroan sapi, seperti paru, babat, usus, etc, you name it lah hehehe jadi sebenarnya makanan ini amat sangat diharamkan bagi mereka penderita hipertensi, kolesterol dan asam urat.

Bayangkan di saat harga cabe merah besar menjulang tinggi menjelang lebaran, makanan ini malah menghabiskan kiloan cabe untuk pembuatannya. Cabe merah dijemur sampe kering, kemudian ditumbuk sampai menjadi bubuk, inilah yang mewarnai kuahnya sehingga menjadi merah. Sepintas terlihat mengerikan, tapi sebenanya tidak pedas karena biasanya biji cabe telah disingkirkan terlebih dahulu. Angeun lada ini paling lezat jika dinikmati bersama sambal goreng ati-kentang dan juga ketupat tentunya.

Seiring dengan berlalunya waktu, makanan ini menjadi langka. Dahulu di rumah saya termasuk produsen angeun lada yang sangat terkenal. Tapi setelah asisten rumah tangga kami yang sangat setia dan sepuh itu meninggal, praktis putus lah mata rantai distribusi angeun lada di daerah Jakarta-Bekasi. Sekarang hanya tersisa dua sumber penghasil angeun lada, yaitu paman saya di cibubur yang nota bene asisten rumah tangganya pernah bekerja pada nenek saya, dan tante saya yang tinggal di bogor.

Semakin langka justru semakin dikejar, tak ada yang yang berpikir dua kali untuk perg ke bogor mencicipi santapan khas lebaran ini. Hehe ah saya kok rasanya terlalu berlebihan yah? Tentu saja kami ke bogor tidak hanya untuk sepiring angeun lada, tapi juga untuk bersilaturahmi tentunya. Tapi akuilah wahai saudara2ku, angeun lada pasti menjadi salah satu main attraction juga bukan?

Friday, November 2, 2007

First Love

I've just realized... That I'm Dee's 1st love... O M G... I'm shocked.. I always thought that i'm the 2nd one,she fooled after all this decade... Man, we're the 1st love to each other. Actually, i don't really care whether i'm her 1st love or not, but to know that thing right now... I don't know what to say, it's so amazing...

Hujan dan Dilema

Sudah beberapa hari ini hujan mengguyur rata wilayah Indonesia, atau setidaknya Pulau Jawa, atau setidaknya wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Ironis.

Saat air melimpah, sebagian turbin pembangkit listrik di perusahaan kami malah rusak. Padahal kalau saja turbin berfungsi secara optimal, dapat dibayangkan berapa banyak pendapatan yang bisa diterima. Berapa megawatt yang bisa dihasilkan untuk dinikmati masyarakat banyak. Entahlah mengapa selama ini perbaikan dan pemeliharaan tidak dilakukan secara berkesinambungan. Memang perbaikan akan memakan banyak biaya, tapi saya percaya, bila kerja turbin optimal dalam waktu dekat akan terasa manfaatnya, biaya investasi yang besar pun akan bisa tertutup. Apalagi dengan tarif baru yang telah ditetapkan kemarin, rasanya tak mustahil menghasilkan sales listrik 18 milyar perbulan dengan potensi air melimpah yang ada di waduk.

Entahlah, yang pasti jajaran direksi memiliki pertimbangan lain yang mengakibatkan terlambatnya perbaikan dan pemeliharan turbin yang nota bene menjadi jantung kehidupan perusahaan.

Ah siapalah saya ini, hanya sekedar tukang catat dan tukang tulis di jajaran terendah. Apapun yang menjadi pertimbangan direksi, semoga itu bisa menjadi yang terbaik buat semua. Mudah2an kami semua bisa bangkit dari keterpurukan. Karena hidup ribuan orang mengalir seiring dengan aliran air yang terbentang dari Bandung sampai Jakarta, dengan detak jantung yang seirama dengan setiap aliran listrik yang dihasilkan dari putaran turbin.

Geliat kehidupan yang selalu berjalan memang harus terus disyukuri. Karena semua adalah berkah dari langit.